Rabu, 24 Oktober 2012

DELIMA / POMEGRANATE, OBAT BAGI KANKER PAYUDARA


DELIMA / POMEGRANATE, OBAT BAGI KANKER PAYUDARA



Siapa yang ingin kena kanker, jawabnya jelas tidak ada. Kanker adalah sebuah penyakit yang bisa dikatakan penyakit mahal, karena dalam hal pengobatan yang melibatkan operasi pengangkatan yang membutuhkan dana tidaklah sedikit.

Delima atau yang dikenal dengan pomegrana dan produk olahannya kaya akan antioksidan polyphenols, seperti tannin dan anthocyanin. Jika membutuhkan kandungan antioksidan dalam porsi besar, maka delima adalah pilihan yang tepat. Kandungan jus delima ini tiga kali lipat jika dibandingkan dengan the hijau atau buah anggur merah.

Delima (punica granatum), pohonnya bisa mencapai tinggi hingga lima meter hingga delapan meter. Tanaman ini diperkirakan berasal dari Iran, dan telah lama dikembangbiakkan di daerah Mediterania. Bangsa Moor (Arab Spanyol ) memberi nama salah satu kota kuno di Spanyol, Granada berdasarkan nama buah ini. Tanaman ini juga banyak ditanam di daerah Cina Selatan dan Asia Tenggara.

Delima ada tiga macam, yaitu delima putih, merah, dan ungu. Para penelitian menemukan pada jus delima terdapat adanya bahan – bahan tertentu  yang dapat menghambat penggerakan sel kanker dan melemahkan pengaruh protein yang diproduksi oleh tulang sumsum yang beresiko munculnya kanker, baik itu kanker payudara maupun prostat.

Tidak hanya itu saja manfaat yang didapat, mengkonsumsi buah delima juga dapat mengurangi resiko  mencegah dan memperlambat pertumbuhan beberapa tipe kanker payudara. Sebab Ellagitannins yang terkandung di dalamnya mampu menghambat pertumbuhan kanker payudara yang berupa estrogen responsive.

“Fitokimianya menekan produksi estrogen sehingga mencegah perbanyakan sel-sel kanker dan pertumbuhan tumor yang berupa estrogen responsif,” tutur tim peneliti di University of California-Riverside, seperti dikutip situs healthkey.  Ellagitannins pada buah delima bekerja dengan cara menghambat aromatase (enzim kunci yang digunakan tubuh untuk membuat estrogen dan berperan penting dalam pertumbuhan kanker payudara).

Buah yang merah cantik dan segar ini memang sedang populer. Rasanya asam segar dengan sensasi manis serta aroma yang wangi. Sebagai sumber antioksidan yang tinggi, delima bisa menangkal radikal bebas. Selain itu juga berbagai macam penyakit lainnya.

Buah delima juga dapat mengurangi resiko  mencegah dan memperlambat pertumbuhan beberapa tipe kanker payudara. Sebab Ellagitannins yang terkandung di dalamnya mampu menghambat pertumbuhan kanker payudara.

Pada penelitian yang dilakukan oleh American Journal of Clinical Nutrition, buah delima kaya antioksidan dan bisa mencegah oksidasi LDL atau kolesterol jahat dalam tubuh, gangguan perut, gangguan jantung, kanker, perawatan gigi, reumatik, kurang darah dan diabetes

Sementara itu jika meminum jus delima tiga kali atau lebih dalam sepekan, dapat menurunkan resiko terkena alzheimer hingga 76% dibandingkan orang yang tidak minum jus sama sekali.

Sedangkan pada penelitian yang dilakukan oleh American Journal of Clinical Nutrition, buah delima kaya antioksidan ini bisa mencegah oksidasi LDL atau kolesterol jahat dalam tubuh. Selain  itu khasiat buah delima bagi kesehatan antara lain dapat mencegah penyakit seperti: gangguan perut, gangguan jantung, kanker, perawatan gigi, reumatik, kurang darah dan diabetes.

Sementara itu jika meminum jus delima tiga kali atau lebih dalam sepekan, dapat menurunkan resiko terkena alzheimer hingga 76% dibandingkan orang yang tidak minum jus sama sekali.

Para peneliti University of California, Riverside sedang mengidentifikasi  komponen dalam buah delima yang bisa menghentikan penyebaran kanker terutama payudara dan prostat.

"Setelah mengidentifikasi, kita sekarang dapat memodifikasi komponen kanker yang merupakan penghambat pada jus buah delima. Komponen ini bermanfaat untuk meningkatkan fungsi dan membuatnya lebih efektif dalam mencegah metastasis kanker prostat. Tujuannya lebih pada terapi obat yang efektif," kata pemimpin peneliti Manuela Martins-Green.

"Karena gen dan protein yang terlibat dalam gerakan sel kanker prostat pada dasarnya sama dengan mereka yang terlibat dalam pergerakan jenis lain sel-sel kanker, komponen dimodifikasi oleh jus bisa memiliki dampak yang lebih luas dalam pengobatan kanker."

Martins-Green menjelaskan bahwa terdapat  protein penting yang dihasilkan dalam sumsum tulang menyebabkan sel kanker pindah ke tulang di mana mereka kemudian dapat membentuk tumor baru.

"Kami menunjukkan bahwa jus delima nyata menghambat fungsi protein ini, dan dengan demikian jus ini memiliki potensi mencegah metastasis sel kanker prostat ke tulang," katanya.

Penemuan ini bisa mengarah pada terapi obat baru untuk melawan kanker, kata para peneliti.

Para peneliti berencana untuk melakukan tes tambahan di dalam model vivo untuk metastasis kanker prostat. Tes ini menentukan apakah komponen-menghambat kanker yang sama yang bekerja di dalam sel kultur dapat mencegah metastasis tanpa efek samping, menurut laporan tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar